AWAL SEBUAH PERSAHABATAN
Pada suatu hari , terlihat kerumunan
siswa di depan papan pengumuman . Mereka sibuk mencari nama mereka sendiri ,
begitupun dengan ke-5 sahabat ini .
Nabila :“ Duuh…Namaku mana ya ?” (sambil
mencari namanya)
Vero :“ Tenang aja , pasti ada kok .”
Novi :“ Kamu bisa aja tenang-tenang
karena udah pasti masuk kelas IX.A . ”
Tiara :“ Yee…Namaku ada..” (sambil menunjuk namanya)
Nabila & Novi :“ Yee…Namaku ada juga..” (menunjuk nama
masing-masing)
Tiara :“ Mana namamu , Ver ?”
Vero :“ Tuuh ..” (sambil menunjuk
namanya)
Novi :“ Berarti , kita sekelas
dong..Ye..”
Tiara :“ Vero yang cantik..Tolong ya..Hehehe..”
(sambil memberikan tasnya pada Vero)
Nabila :“ Aku juga yaa…” (sambil
memberikan tasnya juga)
Vero :“ Eeh..Kalian..
Tiara :“ Hey , Ke kantin yuuk .”
(lalu mereka ber-4 pergi meninggalkan Vero)
Lalu datang seorang murid baru
menghampiri Vero yang sedang kesal .
Annisa :“ Permisi , saya anak baru
disini . Kelas IX.A dimana,ya ?”
Vero :“ Siapa lagi nih ?”
Annisa :“ Maaf kalau saya mengganggu .
Saya anak baru .”
Vero :“ Oh,sorry,aku lagi kesal
sama teman-temanku.
Aku juga kelas IX.A
. Pergi bareng aja .”
Annisa :“ Ya udah..Yuk..”
Sesampainya di kelas , Annisa duduk
disebelah tempat duduk Vero , tepatnya tempat duduk Siti.Siti yang melihatnya
tidak mau Annisa yang masih baru dekat-dekat dengan Vero .
Tiara :“ Kok kamu duduk disitu ?”
Annisa :“ Memangnya kenapa ?”
Tiara :“ Itu tempat duduk aku.”
Annisa :“ Loh , bukannya diatur ?”
Tiara :“ Ya elah..Disini tempat
duduknya bebas.” (dengan agak kesal)
Annisa :“ Tapi , aku udah duluan duduk
disini . Jadi , kamu aja yang pindah .”
Tiara :“ Eh , Kamu anak baru
disini . Jadi , jangan ngelawan .”
Annisa :“ Kalau aku gak mau pindah , ada
masalah ?”
Karena emosinya yang tidak bisa ditahan
lagi , spontan Tiara menampar Annisa dengan kuat.Saat itu juga datang Vero ,
Nabila , Novi .
Nabila :“ Ada ribut-ribut apa ini ?”
(sambil memisahkan Siti dan Annisa)
Novi :“ Masalahnya apa ? Kenapa
harus sampai berantem ?”
Annisa :“
Akukan udah duluan duduk di sebelah Vero , trus dia ngelarang dan
menamparku .”
Tiara :“ Kenapa harus dengan Vero ?
Tuh duduk sama Dika gak masalahkan ?”
Vero :“ Udah,udah . Puas ngomongnya ?
Aku mau ngomong nieh ..”
Tiara& Annisa : (mengangguk)
Novi :“ Ooh..Jadi cuma gara-gara Vero
toh..”
Nabila :“ Lagian masih bisa diomongin
baik-baik kan ?”
Vero :“ Udah dulu dong , aku mau ngomong niieh .”
Nabila :“ Ngomong aja !”
Vero :“
Kalo kalian berantem rebutan tempat duduk karena aku , biar adil aku duduk
sama Dika aja .”
Tiara :“ Tapi Ver, mata kamu kan …”
Vero :“ Itu gak masalah , asal kalian
bisa impas .
Iya kan ?”
Annisa :“ Tapi aku gak mau duduk sama dia
.”
Vero :“ Kamu maunya sama siapa ?”
Annisa :“ Sama siapa aja asalkan jangan
sama dia .”
Vero :“ Berarti gak masalah kamu
duduk sama Dika ?”
Annisa terdiam dengan pertanyaan Vero .
Vero :“ Nah , sekarang kalau kalian
berdua bijaksana baikan dong . Yang pertama minta
maaf berarti dia
orang yang berhati besar .”
Novi :“ Bener tuh . Dan kalian gak
ada yang salah , siapa yang ngaku dia salah aku kasih
Reward .”
Nabila :“ Setuju !!! (sambil mengacungkan
jempol)
Semua terdiam dengan perkataan Vero
& Novi tadi . Diantara Siti & Annisa tidak ada yang mau mengalah .
Tiba-tiba Siti mengulurkan tangannya pada Annisa .
Tiara :“ Nis , aku minta maaf ,
soalnya aku udah kelewatan tadi . Tapi , kalau kamu gak
mau maafin aku gak
papa kok .”
Annisa
: (menjabat tangan Tiara) “ Gak papa kok , aku udah maafin .”
Novi :“ Yang minta maaf ikhlas kan ? Bukan
karena pengen daper reward ? (sambil tersenyum jahil)
Tiara :“ Reward apaan ? Jitak 20
kali ?”
Nabila :“ Udah,udah . Yang penting sekarang
udah pada baikan .”
Vero :“ Siapa dulu dong…Vero gitu
looh..” (sambil tersenyum jahil)
Annisa & Nabila : Yee..Besar
kepala..Wooo..!!!! (sambil memukul Vero dengan kompak)
Vero :“ Wooy ! Sakit niieh !”
Annisa & Nabila : Emang gue
pikirin ?”
Novi :“ Woy , pergi yuk..” (lalu
mereka pergi meninggalkan Vero di kelas)
Sejak saat itu mereka ber-6
bersahabat dan mereka berjanji tidak akan berpisah sampai kapanpun ..
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar